Inovasi itu WAJIB!
Perkembangan ekonomi dan bisnis menunjukkan organisasi berkembang dari waktu ke waktu melalui inovasi pada produk-produk yang dipasarkannya. Organisasi melakukan inovasi tidak hanya melalui riset, tetapi organisasi dapat memperolehnya dengan akusisi organisasi lain. Misal, menurut pengamatan peneliti, organisasi Unilever, P&G, dan Google melakukan akusisi karena paten yang dimiliki organisasi tersebut. Akusisi organisasi yang kaya akan paten merupakan langkah organisasi untuk memperoleh pertumbuhan yang berkelanjutan, yaitu melalui penjualan produk inovatif. Sehingga, inovasi berperan penting dalam pertumbuhan organisasi.
Inovasi merupakan keharusan untuk pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan sehingga organisasi dapat bertahan ditengah persaingan (lihat Ancona dan Caldwell, 1987; Scott dan Bruce, 1994). Inovasi adalah melakukan sesuatu yang didasarkan pada ide-ide yang dikembangkan, dibawa, direspon, dan dimodifikasi oleh pekerja (Van de Ven, 1986). Inovasi pada organisasi bersumber pada manusia, yaitu sebagai pemilik atau pembuat ide-ide (kreatifitas) yang merupakan suatu awal inovasi. Dengan demikian, pekerja/individu sebagai kunci dari inovasi yang dilakukan oleh organisasi.
Inovasi merupakan sesuatu yang wajib dimiliki setiap organisasi, termasuk BUMN dan di organisasi lainnya. Sehingga, kita sebagai insan BUMN wajib mengetahui bagaimana inovasi tersebut hidup di setiap organisasi? Inovasi oleh individu dipengaruhi oleh variabel personal (misal Oldham dan Cummings, 1996; Miron et al., 2004), variabel lingkungan/kontek (misalnya Scott dan Bruce, 1994; Oldham dan Cummings, 1996; Chen dan Aryee, 2007; Yuan dan Woodman, 2010), dan hubungan individu dengan pemimpinnya (misalnya Scott dan Bruce, 1994).
Perilaku inovatif dihasilkan dari energi individu yang bersumber dari motivasi, yaitu berakar pada kebutuhan yang harus dipenuhinya (analogi perilaku dari Liu et al., 2010). Needs/kebutuhan individu, yaitu need for achivement dan need for power, menjadi variabel personal yang memengaruhi perilaku inovatif individu. Need for achivement berarti kebutuhan individu untuk mencapai sesuatu (misalnya kehormatan, pengakuan, promosi) yang selalu dimiliki setiap individu sehingga mendorongnya berperilaku inovatif. Need for power berarti individu memiliki kebutuhan untuk mengendalikan atas sesuatu (misalnya menjadi pekerja kepercayaan, panutan, memiliki peran penting di perusahaan, kekuasaan) sehingga mendorongnya berperilaku inovatif.
Penerapan ide-ide kreatif menjadikan organisasi layak disebut pemilik pekerja yang berperilaku inovatif. Lingkungan organisasi memiliki kewajiban memfasilitasi ide-ide kreatif pekerja melalui dukungan pemimpin dan suplai sumber daya sehingga ide-ide kreatifnya dapat diterapkan (Scott dan Bruce, 1994). Sumber daya dan pemimpin menjadi mediator hubungan antara kebutuhan individu terhadap perilaku berinovasinya. Ide-ide kreatif tidak dapat direalisasikan jika tidak memiliki sumber daya yang memadai dan dukungan pemimpin. Misalnya, sumber daya yang memadai diperoleh dari alokasi dana yang tepat. Kewenangan dana umumnya dimiliki oleh pemimpin sehingga dukungan alokasi dana oleh pemimpin diperlukan. Dukungan pemimpin diperoleh dapat dikarenakan hubungan anak buah dan pemimpin yang baik. Dengan demikian, perilaku inovatif mensyaratkan sumber daya yang memadai dan pemimpin yang dapat memfasilitasinya.
Pada praktiknya, inovasi dapat kita hidupkan di BUMN tempat kita bekerja. Pemenuhan kebutuhan individu, misal promosi untuk need for achivement dan kepercayaan untuk need for power, yang sesuai dengan kebutuhan intrinsik/valence-nya (Eerde dan Thierry, 1996) sehingga mendorong perilaku inovatif. Ide-ide kreatif dapat muncul dari setiap individu ke pemimpinnya karena hubungan baik, seperti hubungan teman dan sahabat. Ide-ide kreatif tersebut akan menjadi sebuah inovasi jika sumber daya disediakan oleh organisasi secara memadai. Dengan demikian, variabel personal/individu dan lingkungan (pemimpin dan sumber daya) akan menentukan perilaku yang bersifat inovatif.
Kontributor: Bagus Suripto | Perum Perhutani